jump to navigation

Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi Makhluk Hidup

imagesCASN4H9O

Makhluk hidup di permukaan bumi beraneka ragam bentuk, ukuran, warna, kelengkapan organ tubuh, kebiasaan hidup, habitat, dan tingkah lakunya. Untuk mempermudah mempelajarinya, dilakukan pengelompokan makhluk hidup yang dikenal dengan sistem klasifikasi.

A. Klasifikasi Makhluk Hidup

Makhluk hidup di muka bumi ini sangat banyak jumlahnya dan sangat beranekaragam baik bentuk, corak, ukuran, anatonmi, fisiologi, maupun perilakunya. Untuk memudahkan mempelajari makhluk hidup, para pakar melakukan penggolongan atau klasifikasi.

Pengelompokan atau klasifikasi dilakukan untuk memudahkan mengenal organisme yang beraneka ragam. Makhluk hidup yang memiliki ciri yang sama dikelompokkan ke dalam golongan yang sama. Makhluk hidup yang memiliki ciri berbeda tidak dikelompokkan ke dalam golongan yang sama.

  1. 1. Kekerabatan Makhluk Hidup

Anak, orang tua, cucu, kakek, dan nenek, keponakan, paman, dan bibi, memiliki persamaan dan perbedaan ciri. Ciri tersebut misalnya dalam jenis rambut, bentuk tubuh, dan warna kulit. Persamaan antara anak dengan orang tua lebih banyak dari pada persamaan antara keponakan dengan paman. Semakin dekat kekerabatannya, semakin banyak kesamaan ciricirinya.

Demikian pula dengan makhluk hidup lainnya. Makhluk hidup yang memiliki banyak kesamaan ciri merupakan makhluk hidup yang memiliki kekerabatan yang dekat. Sebaliknya, makhluk hidup yang memiliki banyak perbedaan ciri merupakan makhluk hidup yang jauh kekerabatannya.

  1. 2. Perkembangan Sistem Klasifikasi

Sistem klasifikasi selalu berkembang, sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Mula-mula makhluk hidup hanya dibedakan menjadi dua kingdom, yaitu Plantae (tumbuhan) dan Animalia (hewan). Pada pembagian tersebut, jamur digolongkan dalam tumbuhan. Kemudian diketahui bahwa jamur tidak berklorofil dan dinding selnya terdiri dari kitin. Oleh karena itu, jamur dipisahkan menjadi kingdom tersendir. Selanjutnya, makhluk hidup dibedakan menjadi tiga kingdom, yaitu Fungsi (jamur), Plantae, danAnimalia.

Makhluk hidup bersel satu yang tidak memiliki membran inti digolongkan sel prokariot, yaitu bakteri dan ganggang (alga) hhijau-biru. Keduanya dikelompokkan menjadi kingdom tersendiri, yaitu kingdon Monera. Maka muncullah sistem klasifikasi empat kingdom yang beranggotakan Monera, Fungsi, Plantae, dan Animalia.

Setelah itu masih ada makhluk hidup bersel satu yang dapat dibedakan dari yang lain, yaitu protozoa dan alga. Keduanya dikeluarkan dari Monera dan dikelompokkan menjadi kingdom protista. Maka, muncullah sistem klasifikasi lima kingdom yang beranggotakan Monera, Protista, Fungsi, Plantae, dan Animalia.

Selain itu, ada juga virus yang memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh organisme lain. Oleh karena virus dianggap “setengah” makhluk hidup., maka virus dikelompkkan ke dalam golongan tersendiri di luar kindom-kingdom makhluk hidup.

  1. B. Klasifikasi Berdasarkan Kode Internasional

Para ilmuan memiliki cara tersendiri dalam mengklasifikasi makhluk hidup. Pengklasifikasian itu mempunyai aturan tertentu yang berlaku secara internasional. Oleh karena itu, klasifikasi tersebut dikatakan sebagai klasifikasi berdasarkan kode internasional.

Klasifikasi bertujuan untuk memudahkan mempelajari makhluk hidup. Makhluk hidup dikelompokkan berdasarkan persamaan ciri yang dimilikinya. Pengelompokkan itu dilakukan secara bertingkat, dari tingkat tinggi ketingkat rendah. Setiap tingkatan pengelompokkan itu diebut takson. Semakin tinggi takson, semakin sedikit persamaan cirinya. Semakin rendah tingkatan takson, semakin banyak persamaan cirinya.

Ciri-ciri yang menjadi dasar pengelompokkan meliputi ciri morfologi (bentuk luar), anatomi (susunan tubuh), fisiologi (faal tubuh), sifat-sifat biokimiawi, dan genetik. Susunan genetik setiap makhluk hidup inilah yang sebenarnya menentukan ciri-ciri morfologi maupun ciri yang lain pada makhluk hidup.

  1. 1. Penamaan Ilmiah

Menurut aturan Kode Internasional Tata Nama Hewan dan Tumbuhan, setiap jenis makhluk hidup dapat digolongkan pada kolompok tertentu. Setiap jenis makhluk hidup yang sudah dikenal diberi nama ilmiah yang terdiri dari dua suku kata dandi kenal sebagai binomial nomenklatur. Sistem ini pertama diperkenalkan oleh Carolus Linneaeus. Suku kata pertama merupakan nama genus (marga), suku kata kedua merupakan penunjuk spesies (jenis). Huruf pertama suku kata pertama ditulis dengan huruf kaital, sedangkan huruf selanjutnya ditulis dengan huruf kecil.

Penulisan nama ilmiah dibedakan dari penulisan teks lainnya. Misalnya, jika teks dicetak tegak, nama ilmiah dicetak miring. Sebaliknya, jika teks dicetak miring, nama ilmiah dicetak tegak.jika ditulis tangan, nama ilmiah ditulis dengan diberi garis bawah. Maksudnya adalah agar mudah dikenal.

Contoh penulisan nama ilmiah makhluk hidup adalah sebagai berikut.

  1. Oryza sativa (padi)

b. Atachis hypogaea (kacang tanah)

  1. Felis domestica (kucing)

d. Rana pipiens (katak)

  1. 2. Sistem Klasifikasi

Dalam dunia biologi, sistem klasifikasi dapat berbeda-beda menurut ahli yang mengemukakannya dan dapat mengalami perubahan seiring dengan penemuan terbaru.

Menurut sistem klasifikasi 5 kingdom, yang dikemukakan oleh Robert H. Whittaker, makhluk hidup dibedakan menjadi kingdom Monera, Protista, Fungsi, Plantae, Animalia. Berikut ini adalah ciri-ciri umum organisme dari klasifikasi 5 kingdom.

  1. Monera

Monera adalah kingdom makhluk hidup yang tidak memiliki membran inti (organisme prokariot). Meskipun tidak memilki membran inti, organisme ini memiliki bahan inti. Bahan inti itu berupa asam inti atau DNA. Contoh organisme prokariot adalah bakteri dan alga hijau-biru.

  1. Protista

Protista adalah kingdom makhluk hidup yang terdiri dari satu sel atau banyak sel dan memiliki membran inti. Segala kegiatan hidup protista dilakukan oleh sel itu sendiri. Kegiatan hidup tersebut meliputi makan,pertukaran gas, menanggapi rangsangan, bergerak dan berkembang biak. Protista dikelmpokkan secara sederhana menjadi protista mirip hewan (protozoa), protista mirip tumbuhan (alga), dan protista mirip jamur. Alga memiliki klorofil sehingga mampu berfotosintesis. Sebaliknya, protozoa tidak memiliki klorofil sehingga tidak mampu berfotosintesis.

  1. Fungi (jamur)

Fungi atau jamur merupakan kingdom makhluk hidup yang tidak memiliki kloroplas. Tubuh jamur ada yang terdiri dari satu sel, berbentuk benang, atau tersusun dari kumpulan benang. Dinding selnya tersusun dari zat kitin. Oleh karena mengandung kitin, jamur tidak dapat dikelompokkan ke dalam kerajaan tumbuhan atau hewan.

  1. Plantae (tumbuhan)plantae atau kingdom tumbuhan adalah makhluk hidup bersel banyak yang mempunyai kloroplas. Di dalam kloroplas terkandung klorofil. Oleh karena mempunyai klorofil, maka tumbuhan dapat melakukan fotosintesis. Sel tumbuhan termasuk eukariot (mempunyai membran inti) dan dinding selnya tersusun dari selulosa. Tumbuhan umumnya memiliki akar, batang, dan daun; kecuali lumut yang memiliki akar semu (rizoid). Perkembang biakan tumbuhan terjadi secara kawin dan tak kawin. Perkembangbiakan secara kawin dilakukan oleh organ khusus yang menghasilkan sel gamet. Tumbuhan biji menghasilkan iji sebagai hasil fertilisasi (pembuahan).
  2. Animalia

Animalia adalah kingdom hewan. Sel-selny mempunyai membran inti (eukariot) dan tidak memiliki kloroplas. Selain intu, sel hewan tidak memiliki dinding sel. Berbeda dengan tumbuhan, hewan dapat bergerak aktif dan memiliki sistem saraf.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: